Prof. Shofwatul Uyun dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Sistem Cerdas

Pengukuhan Prof. Dr. Ir. Shofwatul Uyun, M.Kom, IPM, Asean. Eng dalam Ilmu Sistem Cerdas
Prof Dr. Ir. Shofwatul Uyun dalam pengukuhan Guru Besar yang berlangsung hari Rabu 17 Januari 2024 di Gedung MultiPurpuse UIN Sunan Kalijagamemberikan gagasan terkait bentuk transformasi digital menggunakan kecerdasan buatan pada smart healthcare. Untuk merealisasikannya butuh peran banyak pihak selain pentingnya pemilihan teknik sistem cerdas secara tepat. Secara taksonomi state of the art dari beberapa teknik untuk multimodal fusion pada smart healthcare terdiri atas tiga level, yakni level data, level informasi, dan level pengetahuan.
Prof Uyun menyampaikan bahwa pengembangan dan penerapan teknologi AI tidak mudah, banyak tantangan serta biaya yang sangat besar. Ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti agar peran AI dalam bidang smart healthcare dapat lebih dioptimalkan, diantaranya:
- Kurangnya tenaga kerja yang terlatih dengan baik untuk mengawal implementasi AI;
- Ketidakcocokan teknologi AI dengan infrastruktur yang sudah ada sebelumnya; dan
- Kurangnya akses ke database medis, hal tersebut menghambat pengembang AI dalam mendapatkan model terbaik karena kurangnya data latih, khususnya pada proses pelatihan machine learning (ML)
disamping itu, ada banyak tantangan dalam mengadopsi data fusion multimodal yang mempengaruhi berbagai aspek. Tantangan-tantangan ini mencakup isu-isu seperti kualitas data dan interoperabilitas, privasi dan keamanan, pemrosesan dan analisis data, integrasi dan adopsi klinis, pertimbangan etika, dan interpretasi hasil, yang semuanya berdampak pada transformasi data menjadi informasi, pengetahuan, dan kebijakan pada smart healthcare. Sedangkan Bidang data fusion medis multimodal diharapkan akan berkembang sejalan dengan 4P healthcare - Prediktif, Preventif, Personalisasi, dan Partisipatif (admin)